Wednesday, 23 November 2016

TAHAYUL, BID'AH DAN CHURAFAT (TBC)



Muhammadiyah adalah pelopor gerakan tajdid (pembaharu) yang tidak menghendaki adanya Tahayul, Bid’ah, Khurofat, Syirik dan Taqlid buta dalam aqidah dan ibadah umat Islam.
Pembaharuan yang dilakukan Muhammadiyah adalah menyatukan ajaran “Ar ruju’ ila al Qur’an wa Al Sunnah” (kembali kepada Qur’an dan Sunah) dengan semangat “Ijtihad dan Tajdid”.

Pengertian Tahayul adalah :
Kata tahayul berasal dari bahasa Arab yang artinya: berangan-angan tinggi, melamun, membayangkan atau menghayal (Kamus Munawwir).  Mengkait-kaitkan kejadian-kejadian yang dianggap aneh dengan sesuatu, yang mana tidak ada dasarnya di dalam ajaran Islam. Sebagai contoh tahayul adalah : mempercayai akan mendapatkan rejeki ketika orang tertimpa kotoran cicak. Atau suara burung yang dianggap aka nada tamu yang datang, dan lain sebagainya.

Pengertian Churofat adalah :
Hampir sama dengan tahayul, tetapi lebih dikaitkan dengan aqidah. Menganggap sesuatu memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi manusia. Khurofat lebih dekat kepada syirik, sehingga sangat berbahaya dalam aqidah seseorang.

Pengertian Bid’ah adalah :
Bid’ah pada dasarnya berarti sesuatu yang baru. Bid’ah merupakan amalan baru dalam ibadah yang belum pernah ada di masa Rasulullah SAW. Bid’ah dalam ibadah sebuah kesesatan dan sesat akan masuk neraka.
“Barangsiapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (agama) padahal bukan dari bagiannya maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengertian Syirik adalah :
Syirik berarti menduakan Allah. Membuat tandingan-tandingan selain Allah. Syirik merupakan dosa besar yang tidak diampuni Allah. Sebagai contoh syirik adalah meminta keselamatan kepada dukun atau paranormal, padahal sumber keselamatan hanya dari Allah SWT.

Pengertian Taqlid adalah :
Taqlid berarti mengikuti seseorang. Mengikuti pendapat seseorang. Yang tidak boleh adalah mengikuti seseorang tanpa mengetahui dasarnya.

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN ISLAM



Ciri Khusus Muhammadiyah
1.       Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam
2.       Muhammadiyah sebagai Gerakan Da’wah
3.       Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid

Ciri Gerakannya Muhammadiyah :
1.        Dinamis
2.        Aktif
3.        Kreatif
4.        Inisiatif
5.        Optimis

Langkah geraknya berdasarkan Prinsip Ajaran Islam
Penjelasan :  hanya Islam yang dpt mengatur kehidupan manusia menuju kesejahteraan dunia akhirat.
Dalil Naqli :

1.       Kebenaran Islam : QS. Ali Imran 19 dan 85
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ١٩
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran : 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85)
2.       Ketinggian & Kesempurnaan Islam : QS. Al Maidah 3
...ِۚ ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ
“…..pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu……”

Muhammadiyah sebagai Gerakan Da’wah
Penjelasan : Dalam mewujudkan cita-cita dan keyakinannya muhammadiyah menggunakan cara da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan Hikmah Kebijaksanaan.
Mengajak, memanggil, menyeru tidak jemu2, tidak memaksa, tidak boleh marah dan putus asa. Karena hidayah hak prerogatif Allah SWT.


Dalil Naqli:
1.       QS. Ali Imran 110
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١١٠
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
2.       QS. An Nahl 125
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٢٥
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [*] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
[*] Hikmah adalah ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tajdid
Penjelasan : Muhammadiyah adalah pelopor gerakan tajdid (pembaharu) yang tidak menghendaki adanya Tahayul, Bid’ah, Khurofat dan Taqlid buta dalam aqidah dan ibadah umat Islam.
Pembaharuan yang dilakukan Muhammadiyah adalah menyatukan ajaran “Ar ruju’ ila al Qur’an wa Al Sunnah” (kembali kepada Qur’an dan Sunah) dengan semangat “Ijtihad dan Tajdid”

Tuesday, 22 November 2016

JANJI PELAJAR MUHAMMADIYAH



JANJI PELAJAR MUHAMMADIYAH
Rodhitu Billahi Rabba, Wa bil Islami diina, Wa bi Muhammadin Nabiyau Wa Rasula.
Kami Pelajar Muhammadiyah Berjanji :
    1.       Berjuang Menegakkan Ajaran Islam
    2.       Hormat dan Patuh Kepada Orang tua dan Guru
    3.       Besungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu
    4.       Bekerja Keras, Mandiri dan Berprestasi
    5.       Rela Berkorban dan Menolong Sesama
    6.       Siap Menjadi Kader Muhammadiyah dan Bangsa

TUGAS DAN KEWAJIBAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
Menjaga Keimanan
a.       Mengkaji dan merenungkan isi Al-Qur’an
b.       Membaca riwayat tokoh-tokoh mukmin
c.        Memperbanyak ibadah
d.       Merenungkan kekuasaan Allah yg menciptakan alam semesta
Berakhlaq Mulia (Menjauhi Perbuatan Ma’siat)
a.       Mencontoh Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam dalam berakhlaq (bertingkah laku), baik itu berakhlaq terhadap diri sendiri, berakhlaq terhadap orang tua, berakhlaq kepada masyarakat maupun berakhlaq terhadap Allah subhanahu wa ta'ala.
b.       Menanamkan dan memupuk keimanan serta menegakkan akhlaq mulia
Rajin Beribadah
·         Melaksanakan ibadah dalam berbagai bentuk, baik ibadah mahdhoh (ibadah khusus) maupun ghairu mahdhoh (ibadah umum).
Bermasyarakat
a.       Pelajar Muhammadiyah wajib berbaur dengan masyarakat umum yang heterogen, sehingga dapat menjadi tempat untuk mendewasakan diri.
b.       Masyarakat dapat berupa teman sebaya, keluarga, desa, daerah maupun sebagai bagian dari bangsa Indonesia.